You need to enable javaScript to run this app.

Night Ride Slowly Rider: Rica-Rica Entok Jadi Alasan Kayuhan Pagi (11/02/2026)

  • Rabu, 11 Februari 2026
  • Kanghaki
  • 0 komentar
Night Ride Slowly Rider: Rica-Rica Entok Jadi Alasan Kayuhan Pagi (11/02/2026)

Rabu pagi, 11 Februari 2026, suasana masih gelap ketika komunitas Slowly Rider mulai berkumpul di SPBU Wates. Jam menunjukkan sekitar 05.30 WIB, udara masih dingin, jalanan belum ramai, dan semangat gowes sudah terasa sejak awal. Ride kali ini diikuti oleh Pak Sumarsono, Pak Giarto, dan Kang Haki, dengan konsep santai tapi tetap solid khas Slowly Rider.

Meski judulnya “Night Ride”, kayuhan dimulai saat langit perlahan berubah warna menuju pagi. Dari Wates, rombongan langsung mengarah ke Tambak – Dalangan – Temon – Congot, menikmati jalur datar yang nyaman untuk pemanasan. Angin pagi dan suasana sepi membuat tempo kayuhan terasa ringan namun tetap stabil.

Masuk jalur Deandeles, speed mulai terasa naik. Jalan panjang dengan panorama khas pesisir selatan memberikan sensasi gowes yang menyenangkan. Setelah melewati Jogoresan, rombongan tiba di CP 1 Pantai Jatimalang, spot favorit untuk rehat sejenak sambil menikmati suasana pantai.

Perjalanan dilanjutkan menuju Purwodadi, dengan tujuan yang sudah dinanti sejak awal: CP2 Warung Pribumi, tempat sarapan legendaris dengan menu andalan rica-rica entok. Obrolan santai, canda khas komunitas, dan refill energi membuat suasana semakin hangat.

Usai sarapan, perjalanan dilanjutkan melewati Jogoboyo – Congot, sebelum akhirnya kembali melalui jalur yang sama menuju finish di Wates.

Berdasarkan data aktivitas, total jarak tempuh ride kali ini mencapai 52,13 km dengan waktu bergerak 1 jam 45 menit 17 detik. Elevasi tercatat 202 meter, cukup memberikan variasi medan tanpa terlalu menguras tenaga. Kecepatan rata-rata berada di angka 29,7 km/jam, dengan kecepatan maksimum mencapai 38,2 km/jam. Total energi yang dikeluarkan sekitar 1.010 kJ dengan estimasi power rata-rata 160 watt, menunjukkan ritme gowes yang stabil dan konsisten sepanjang perjalanan.

Ride ini kembali membuktikan bahwa esensi Slowly Rider bukan sekadar jarak atau kecepatan, tetapi cerita di setiap kilometer — dari udara dingin sebelum matahari terbit, jalanan pesisir yang panjang, hingga sarapan hangat yang menjadi highlight perjalanan.

Sampai jumpa di kayuhan berikutnya, tetap santai tapi pasti cool

 

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Artikel Terkait

Kang Haki

- Ketua -

Jika kamu tak tahan letihnya dan penatnya belajar, maka sungguh kamu akan menanggung perihnya kebodohan (nasehat imam syafi'i). Kulon Progo, 22…

Berlangganan
Jajak Pendapat

Skill apa yang kalian pengin kuasai selama PKL?

Hasil
https://man2bantul.id/https://portal.man2bantul.id/https://sirekap.man2bantul.id/https://eptsp.man2bantul.id/https://smkn5balam.com/https://tuluskartika.or.id/https://smptk.tuluskartika.or.id/https://www.stai-nurulhidayah.ac.id/https://journal.stai-nurulhidayah.ac.id/https://ejurnal.stai-nurulhidayah.ac.id/https://tical2025.redclara.net/https://uptdselatan.com/masterpoker99masterpoker99masterpoker99poker757poker757
masterpoker99masterpoker99masterpoker99masterpoker99inifun88inifun88inifun88https://jrdindustry.com/inifun88inifun88inifun88inifun88inifun88vovo88vovo88vovo88vovo88vovo88
inifun88inifun 88inifun88 logininipokerini pokerinipoker login