You need to enable javaScript to run this app.

Slowly Rider: Sabtu Ceria Gowes Bareng Nadiya, Sate Pajangan Jadi Highlight (14/02/2026)

  • Sabtu, 14 Februari 2026
  • Kanghaki
  • 0 komentar
Slowly Rider: Sabtu Ceria Gowes Bareng Nadiya, Sate Pajangan Jadi Highlight (14/02/2026)

Sabtu, 14 Februari 2026, suasana berbeda terasa sejak pagi. Kali ini start tidak terlalu buta seperti biasanya. Tepat pukul 09.00 WIB, rombongan Slowly Rider mulai bergerak dari Rumah Wates dengan formasi yang lebih ramai dari biasanya.

Yang ikut meramaikan gowes kali ini adalah Pak Sumarsana, Pak Giarto, Pak Edy, Pak Sudiarso, Pak Windarto, anak wedok Nadiya Zumna, dan tentu saja kangHaki. Kehadiran Nadiya memberi warna tersendiri — suasana jadi lebih cair, lebih ceria, dan penuh semangat.

Rute Santai Tapi Panjang

Perjalanan dimulai dari Wates – Nagung – Lendah – Brosot – Srandakan – Pajangan. Jalur pagi itu cukup bersahabat, kombinasi jalan desa, hamparan sawah, dan beberapa tanjakan ringan yang bikin kaki tetap “kerja” tapi nggak over.

Memasuki Pajangan, rombongan sepakat berhenti di CP1 Sate Pajangan. Nah ini dia momen yang ditunggu! Istirahat, ngobrol santai, dan tentu saja menikmati sate hangat yang jadi penguat tenaga sebelum lanjut perjalanan.

Setelah cukup rehat, perjalanan dilanjutkan melalui Sedayu – Sentolo – Pengasih, sebelum akhirnya kembali finish di Wates.

Data Ride Hari Itu

Dari catatan aktivitas:

  • Jarak tempuh: 55,39 km

  • Moving time: 2 jam 33 menit 10 detik

  • Elevasi: 143 meter

  • Kecepatan rata-rata: 21,7 km/jam

  • Kecepatan maksimum: 41,5 km/jam

  • Estimasi power rata-rata: 73 watt

  • Energi terpakai: 674 kJ

  • Kalori terbakar: 751 kcal

  • Total elapsed time: 3 jam 38 menit 21 detik

Kecepatan rata-rata yang tidak terlalu tinggi menunjukkan konsep gowes kali ini memang full santai dan kebersamaan. Bukan soal ngejar angka, tapi menikmati perjalanan.

Gowes Itu Cerita, Bukan Cuma Jarak

Sabtu kali ini terasa spesial. Rombongan lebih ramai, suasana lebih hangat, dan kehadiran Nadiya membuat ride terasa lebih berwarna. Jalanan panjang 55 km pun terasa ringan karena ditemani canda dan obrolan sepanjang perjalanan.

Slowly Rider kembali membuktikan bahwa gowes bukan sekadar olahraga. Ini tentang kebersamaan, tawa di atas sadel, dan cerita yang dibawa pulang.

Sampai ketemu di ride berikutnya gaess…
Tetap santai, tetap solid, tetap Slowly Rider ????‍♂️????

 
 
Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Artikel Terkait

Kang Haki

- Ketua -

Jika kamu tak tahan letihnya dan penatnya belajar, maka sungguh kamu akan menanggung perihnya kebodohan (nasehat imam syafi'i). Kulon Progo, 22…

Berlangganan
Jajak Pendapat

Skill apa yang kalian pengin kuasai selama PKL?

Hasil
https://man2bantul.id/https://portal.man2bantul.id/https://sirekap.man2bantul.id/https://eptsp.man2bantul.id/https://smkn5balam.com/https://tuluskartika.or.id/https://smptk.tuluskartika.or.id/https://www.stai-nurulhidayah.ac.id/https://journal.stai-nurulhidayah.ac.id/https://ejurnal.stai-nurulhidayah.ac.id/https://tical2025.redclara.net/https://uptdselatan.com/masterpoker99masterpoker99masterpoker99poker757poker757
masterpoker99masterpoker99masterpoker99masterpoker99inifun88inifun88inifun88https://jrdindustry.com/inifun88inifun88inifun88inifun88inifun88vovo88vovo88vovo88vovo88vovo88
inifun88inifun 88inifun88 logininipokerini pokerinipoker login