You need to enable javaScript to run this app.

6 Ramadhan 1447 H Embun Pagi Sermo – Solo Ride Penuh Nafas (23/02/2026)

  • Senin, 23 Februari 2026
  • Kanghaki
  • 0 komentar
6 Ramadhan 1447 H Embun Pagi Sermo – Solo Ride Penuh Nafas (23/02/2026)

 

Senin pagi, 23 Februari 2026, pukul 05.30 WIB, roda mulai berputar dari Rumah Wates. Udara 25°C terasa segar, khas pagi Kulon Progo. Jalanan masih lengang — waktu terbaik untuk berdamai dengan tanjakan.

Ini bukan ride rame-rame. Ini solo ride. Tapi semangatnya tetap Embun Pagi.


Rute Pagi Itu

Rumah Wates – Pengasih (presensi pagi) – Jl. Baru Pengasih – Bulu – Hutan Gemulung – Waduk Sermo – balik lewat jalur sama – Pengasih – Alwa – Rumah

Singgah sebentar di Pengasih untuk “presensi pagi”, lalu lanjut masuk Jl. Baru Pengasih. Medan mulai terasa bergelombang. Begitu masuk Bulu hingga Hutan Gemulung, tanjakan panjang khas menuju Sermo mulai berbicara.

Kayuhan dijaga stabil. Power tidak besar, tapi konsisten. Nafas dalam, irama dijaga.


Statistik Ride 6 Ramadhan

Catatan dari perangkat menunjukkan:

  • Jarak tempuh: 26,68 km

  • Moving time: 1 jam 24 menit 22 detik

  • Elapsed time: 1 jam 30 menit 58 detik

  • Total elevasi: 362 meter 

  • Kecepatan rata-rata: 19,0 km/jam

  • Kecepatan maksimum: 47,7 km/jam

  • Estimasi power rata-rata: 108 watt

  • Energi terpakai: 547 kJ

  • Kalori terbakar: 671 kcal

Elevasi 362 meter jadi menu utama pagi itu. Tidak heran average speed bertahan di 19 km/jam — ini murni kerja endurance, bukan sprint.


Sermo: Ujian Sabar & Hadiah Turunan

Setiap tanjakan di Gemulung seperti mengetuk ego: “kuat nggak hari ini?”

Tapi begitu sampai kawasan Waduk Sermo, rasa lelah terbayar. Udara lebih sejuk, suasana lebih tenang. Momen singkat untuk tarik nafas sebelum kembali turun.

Dan turunan?
Kecepatan sempat menyentuh 47,7 km/jam. Angin pagi terasa seperti reward kecil setelah perjuangan naik.


Ramadhan, Konsistensi, dan Solo Mentality

Hari ke-6 Ramadhan bukan soal siapa paling cepat. Ini soal disiplin bangun pagi, menjaga stamina, dan tetap bergerak walau sendirian.

Solo ride mengajarkan satu hal:
lawan terberat itu bukan tanjakan — tapi rasa malas.

26 kilometer lebih.
362 meter elevasi.
671 kalori terbakar.

Ramadhan tetap jalan, latihan tetap lanjut.

Embun Pagi bukan cuma tentang bareng-bareng.
Kadang, perjalanan terbaik justru yang ditemani suara nafas sendiri.

Sampai etape berikutnya gaess

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Artikel Terkait

Kang Haki

- Ketua -

Jika kamu tak tahan letihnya dan penatnya belajar, maka sungguh kamu akan menanggung perihnya kebodohan (nasehat imam syafi'i). Kulon Progo, 22…

Berlangganan
Jajak Pendapat

Skill apa yang kalian pengin kuasai selama PKL?

Hasil
https://man2bantul.id/https://portal.man2bantul.id/https://sirekap.man2bantul.id/https://eptsp.man2bantul.id/https://smkn5balam.com/https://tuluskartika.or.id/https://smptk.tuluskartika.or.id/https://www.stai-nurulhidayah.ac.id/https://journal.stai-nurulhidayah.ac.id/https://ejurnal.stai-nurulhidayah.ac.id/https://tical2025.redclara.net/https://uptdselatan.com/masterpoker99masterpoker99masterpoker99poker757poker757
masterpoker99masterpoker99masterpoker99masterpoker99inifun88inifun88inifun88https://jrdindustry.com/inifun88inifun88inifun88inifun88inifun88vovo88vovo88vovo88vovo88vovo88
inifun88inifun 88inifun88 logininipokerini pokerinipoker login