You need to enable javaScript to run this app.

4 Ramadhan 1447 H Susur Pantai Congot – Glagah (21/02/2026)

  • Sabtu, 21 Februari 2026
  • Kanghaki
  • 0 komentar
4 Ramadhan 1447 H Susur Pantai Congot – Glagah (21/02/2026)

 

Embun Pagi Cycling Community. Sabtu pagi, 21 Februari 2026, suasana masih gelap ketika satu per satu rider berkumpul di SPBU Aneka Usaha Wates. Jam menunjukkan 05.20 WIB, udara 26°C terasa adem dan bersahabat.

Formasi pagi ini lengkap dan solid: Mas Tigor, Mas Huda, Mas Rafi, dan tentu saja Kang Haki.

Targetnya bukan tanjakan berat, tapi susur pantai Congot – Glagah dengan jarak yang lumayan buat menguji endurance di bulan Ramadhan.


Rute Pagi Itu

Wates – Tambak – Dalangan Temon – Congot – Glagah – Karangwuni – Balik Wates

Awal perjalanan dari Wates menuju Tambak jadi sesi pemanasan. Pace dijaga stabil, rotasi tarik-menari rapi. Masuk Dalangan Temon, jalanan mulai terasa lebih terbuka. Angin pantai pelan-pelan mulai terasa.

Begitu sampai Congot, langit mulai memerah. Momen klasik gowes pantai: udara asin, jalan panjang lurus, dan suara rantai sepeda yang jadi backsound alami.

Lanjut ke Glagah, ritme tetap konsisten. Bukan ngebut brutal, tapi steady. Jalur relatif datar dengan total elevasi hanya 130 meter, cocok buat jaga cadence dan endurance.


Data Ride 4 Ramadhan

Catatan aktivitas menunjukkan angka yang cukup serius:

  • Jarak tempuh: 40,04 km

  • Moving time: 1 jam 42 menit 22 detik

  • Elapsed time: 1 jam 53 menit 42 detik

  • Elevasi total: 130 meter

  • Kecepatan rata-rata: 23,5 km/jam

  • Kecepatan maksimum: 34,6 km/jam

  • Estimasi power rata-rata: 111 watt

  • Energi terpakai: 681 kJ

  • Kalori terbakar: 1.115 kcal 

Empat puluh kilometer di pagi hari Ramadhan bukan angka kecil. Kalori tembus seribu jadi bukti kalau ini bukan sekadar gowes santai.


Pantai, Angin, dan Rotasi Rapi

Di jalur Karangwuni menuju balik Wates, kerja sama tim terasa makin solid. Rotasi depan belakang rapi. Mas Tigor beberapa kali ambil inisiatif tarik panjang, disusul Mas Huda dan Mas Rafi yang jaga stabilitas pace.

Ride kali ini bukan soal siapa paling kuat, tapi soal menjaga tempo sampai finish bareng.


Ramadhan Ride Series Berlanjut

Hari ke-4 Ramadhan 1447 H ditutup dengan 40 kilometer penuh kebersamaan. Embun Pagi kembali membuktikan bahwa konsistensi lebih penting dari sensasi.

Gowes boleh jauh,
kalori boleh banyak terbakar,
tapi yang paling penting: pulang tetap senyum lebar 

Sampai etape berikutnya gaess! 

 
 
Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Artikel Terkait

Kang Haki

- Ketua -

Jika kamu tak tahan letihnya dan penatnya belajar, maka sungguh kamu akan menanggung perihnya kebodohan (nasehat imam syafi'i). Kulon Progo, 22…

Berlangganan
Jajak Pendapat

Skill apa yang kalian pengin kuasai selama PKL?

Hasil
https://man2bantul.id/https://portal.man2bantul.id/https://sirekap.man2bantul.id/https://eptsp.man2bantul.id/https://smkn5balam.com/https://tuluskartika.or.id/https://smptk.tuluskartika.or.id/https://www.stai-nurulhidayah.ac.id/https://journal.stai-nurulhidayah.ac.id/https://ejurnal.stai-nurulhidayah.ac.id/https://tical2025.redclara.net/https://uptdselatan.com/masterpoker99masterpoker99masterpoker99poker757poker757
masterpoker99masterpoker99masterpoker99masterpoker99inifun88inifun88inifun88https://jrdindustry.com/inifun88inifun88inifun88inifun88inifun88vovo88vovo88vovo88vovo88vovo88
inifun88inifun 88inifun88 logininipokerini pokerinipoker login